Laman Kongsiadmin@lamankongsi.com

15 Sifat Buruk Manusia Menurut Al-Quran

Sabtu, Oktober 15, 2011

harith | Sabtu, Oktober 15, 2011 |

Umar berkata

“ya Allah, Engkau muliakan kami dengan iman dan islam”

Mari Kita Hayati Sedikit Sifat2 Buruk Manusia Yang Diperkatakan Oleh Al-Quran..

Pertama, Manusia itu LEMAH

Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah. (An-Nisaa' 4:28)

Kedua, manusia itu MUDAH TERPERDAYA

Wahai manusia! Apakah yang memperdayakanmu - (berlaku derhaka) kepada Tuhanmu yang Maha Pemurah? - (Al-Infitaar 82:6)

Ketiga, manusia itu LALAI

Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh), - (At-Takaathur 102:1)

Keempat manusia itu MUDAH RISAU

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar: (Al-Baqarah 2:155)

Kelima, manusia itu BERSEDIH HATI

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta beramal soleh, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita. (Al-Baqarah 2:62)

Keenam, manusia itu TERGESA-GESA

Dan manusia berdoa dengan (memohon supaya ia ditimpa) kejahatan sebagaimana ia berdoa dengan memohon kebaikan, dan sememangnya manusia itu (bertabiat) terburu-buru. (Al-Israa' 17:11) 

Ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH

Ia menciptakan manusia dari air benih, (setelah sempurna kejadiannya), tiba-tiba menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya. (Al-Nahl 16:4)

Kelapan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN

Dan apabila seseorang manusia ditimpa kesusahan, merayulah ia ditimpa Kami (dalam segala keadaan), sama ada ia sedang berbaring atau duduk ataupun berdiri; dan manakala Kami hapuskan kesusahan itu daripadanya, ia terus membawa cara lamanya seolah-olah dia tidak pernah merayu kepada Kami memohon hapuskan sebarang kesusahan yang menimpanya (sebagaimana ia memandang eloknya bawaan itu) demikianlah diperelokkan pada pandangan orang-orang yang melampau apa yang mereka lakukan. (Yunus 10:12)

Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya), (Al-'Alaq 96:6) 

Kesembilan, manusia itu PELUPA

"Dan apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Tuhannya dengan keadaan rujuk kembali bertaubat kepadaNya; kemudian apabila Allah memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) daripadaNya, lupalah ia akan segala bahaya yang menyebabkannya merayu kepada Allah sebelum itu dan ia pula menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, untuk menyesatkan dirinya (dan orang lain) dari jalan Allah. Katakanlah (kepadanya): "Bersenang-senanglah engkau dengan kekufuranmu itu bagi sementara, sesungguhnya engkau dari penduduk neraka. "(Az-Zumar 39:8)

Kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH

“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” ( Al Ma’arij : 20)

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Al-Fushshilat : 20)

Dan apabila Kami kurniakan nikmat kepada manusia, berpalinglah ia serta menjauhkan diri (dari bersyukur); dan apabila ia merasai kesusahan, jadilah ia berputus asa. (Al-Israa' 17:83)

Kesebelas, manusia itu KIKIR

Katakanlah (wahai muhammad): "jika kamu memiliki perbendaharaan rahmat Tuhanku pada ketika itu tentulah kamu akan berlaku bakhil kedekut kerana takut kehabisan; dan sememangnya manusia itu bertabiat bakhil kedekut". (Al-Israa' 17:100) 

Keduabelas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT

Dan mereka (yang musyrik mempersekutukan Allah dengan) menjadikan sebahagian dari hamba-hamba Allah sebagai anak bagiNya. Sesungguhnya manusia (yang demikian sesatnya) sangat tidak mengenang budi, lagi nyata kufurnya. (Az-Zukhruf 43:15)

Sesungguhnya manusia sangat tidak bersyukur akan nikmat Tuhannya. (Al-'Aadiyaat 100:6)

Ketigabelas, manusia itu ZALIM dan BODOH

Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langit dan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya), maka mereka enggan memikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada pada mereka persediaan untuk memikulnya); dan (pada ketika itu) manusia (dengan persediaan yang ada padanya) sanggup memikulnya. (Ingatlah) sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan. (Al-Ahzaab 33:72)

Keempatbelas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA

Untuk orang-orang yang berusaha menjadikan amalnya baik dikurniakan segala kebaikan serta satu tambahan yang mulia dan air muka mereka pula (berseri-seri) tidak diliputi oleh sebarang kesedihan dan kehinaan. Mereka itulah ahli Syurga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. (Yunus 10:26)

Kelimabelas, manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN

(Pada saat itu) mereka (yang munafik) menyeru orang-orang yang beriman (sambil berkata): "Bukankah kami bercampur gaul dengan kamu (di dunia dahulu)?" Orang-orang yang beriman menjawab: "Benar! Akan tetapi kamu telah membinasakan diri kamu (dengan perbuatan munafik) dan kamu telah menunggu-nunggu (kebinasaan umat Islam), dan kamu pula ragu-ragu (terhadap perkara-perkara agama) serta kamu diperdayakan oleh angan-angan kosong (untuk mencapai maksud kamu), sehinggalah datangnya (maut) yang ditetapkan oleh Allah (kepada kamu). Dan (selain itu), kamu pula diperdayakan oleh bisikan Syaitan dengan (pengampunan) Allah (semata-mata dan melupakan azabNya). (Al-Hadiid 57:14)

Begitulah ... 15 sifat manusia yang disebutkan dalam al-Quran. Mengerikan bukan? Adapun islam, sudah memberikan solusi untuk segala sifat buruk manusia ini. Sungguh nikmat iman dan islam ini bukanlah sesuatu yang kita dapat dengan mudah..

Solusi pertama, tetap berpegang teguh kepada tali agama dan petunjuk dari Allah

Kami berfirman lagi: "Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang kepada kamu petunjuk dariKu (melalui Rasul-rasul dan Kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka), maka sesiapa yang mengikuti petunjukKu itu nescaya tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita". (Al-Baqarah 2:38) 

Solusi kedua, tetap berada dalam ketaatan walaupun berada dalam permasalahan

tetap berada dalam ketaatan disini, bererti bersegera melakukan amal-amal kebaikan. Mungkin seperti syair yang dilantunkan Abdullah bin Rawahah untuk mengembalikan semangatnya saat Semngatnya mulai menurun di perang mut’ah ketika dua orang sahabatnya yang juga Komandor pasukan pergi mendahuluinya. “wahai jiwa, jika syurga sudah di depan mata mengapa engkau ragu meraihnya”

Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa; (A-li'Imraan 3:133)

Solusi ketiga, jaga keimanan kita

Adalah sesuatu yang wajar, iman seseorang naik turun. Serupa dengan ape yg dibimbangkan sahabat Hanzalah, ketika dia mengadu kepada abu Bakar bahwa ia termasuk orang yang celaka. Mengapa begitu? karana dia merasa Imannya turun ketika jauh dari Rasulullah. ternyata Itu Yg dirasakan seorang lelaki yg kuat iman nya. Hingga mereka berdua akhirnya menghadap Rasulullah. Mendengar permasalahn mereka, Rasulullah hanya tersenyum dan menjawab, “selangkah demi selangkah Hanzalah!”

Oleh itu menjadi satu keperluan kepada kita umat nabi Muhammad Menjaga, Membersih ,Mendidik Iman Kita dari Jatuh...

Solusi keempat, Berjama’ah

Manusia itu lemah ketika sendiri dan kuat ketika berjama’ah.

Oleh itu berkumpul dengan Orang soleh adalah salah satu cara terbaek untuk Memantapkan Iman Kita Bahkan Ia dapat "Mengupdate" tahap Keimanan kita...

Pengajaran :
1) Sebagai Seorang Manusia adalah satu tanggungjawab kita melakukan sesuatu perkara mengikut Kitab Allah Al-Quran dan Sunah Rasullulah

sumber